Posts

Waduk Jatiluhur: Alternatif rest area di Tol Jakarta - Purbaleunyi

Image
Perjalanan dari Jakarta menuju Cileunyi melewati Tol Purbaleunyi yang mempuanyai panjang 154 km, sudah pasti cukup membuat bosan dan mengantuk. Pengalaman saya beberapa kali melewati jalur ini, apabila sudah mulai meninggalkan kota Jakarta atau Bekasi sudah pasti mata ini tidak bisa melek melihat lurusnya jalan tol. Tapi perjalanan minggu lalu agak berbeda karena kami akan beristirahat sejenak sambil berwisata, dan tidak lain dan tidak bukan kita akan singgah ke Waduk jatiluhur. Waduk Jatiluhur terletak di kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Untuk menuju lokasi waduk aksesnya pun sangat mudah, dari tol purbaleunyi kita bisa keluar melawati gerbang tol Jatiluhur di KM 85, selanjutnya hanya tinggal mengikuti petunjuk arah saja yang tersedia di setiap percabangan jalan. jaraknya pun tak jauh dari gerbang tol, yaitu hanya sekitar 6 km saja dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit saja. Memasuki kawasan wisata Jatiluhur kita cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 7.500/orang d...

Pantai Kuwaru, pantaimu tak lagi seindah orang bilang

Image
Seperti biasa setelah lebaran memang waktu yang tepat untuk liburan bersama keluarga. Dan seperti biasa juga liburan khas dari keluarga kami ya memaksimalkan potensi wisata yang ada di daerah jogja saja. Setelah berkali kali ke pantai depok, sudah juga ke pantai baru pandansimo, dan kali ini yang menjadi tujuan yaitu pantai kuwaru. Sejak pantai kuwaru ini mulai buming dengan ciri khasnya yaitu pantai teduh karena banyak cemara di tepian pantai ini, namun saya dan keluarga belum pernah mengunjungi pantai ini. Dan saat tiba dipantai  kami kaget walah pantainya sudah terabrasi. Jarak dari permukaan laut sampai ke tepian pantai yang ditumbuhi cemara sudah sangat dekat. Bahkan curam dan agak berbahaya, sehingga dipasang portal line. Namun karna sudah terlanjur buming nama pantai kuwaru ini maka yang terlihat wisatawan tetap memadati pantai ini. Kalau boleh dibandingkan sama pantai baru pandansimo yang letaknya cuma disebelah baratnya lebih nyaman dan bisa lebih menikmati kala...

Flashback masa putih abu-abu

Image
Masih teringat beberapa waktu yang lalu, buka bersama sore itu ternyata buka bersama tahun kelima stelah kami melepaskan seragam putih abu-abu. Meskipun tak lebih dari separo dari anggota yang hadir, namun ini sudah membuat kami merasa masih bisa menyambung silaturahmi bersama sahabat-sahabat yang dulu kita pernah menjadi satu nama, satu atap, satu suara, satu jiwa yaitu Ipa 1. Tak khayal sore itu pun menjadi ajang untuk nostalgia semasa kami duduk di bangku SMA. Dan aku pun menuliskan sedikit apa yang terlontar di sore itu dan apa yang ada dibenakku. Dari tempat itulah cerita ini dimulai, kami dipertemukan semenjak naik ke kelas sebelas dengan nama XI Ipa 1. Awalnya aku merasa minder bergabung di kelas Ipa 1, katanya sih Ipa 1 itu tempat dikumpulkannya anak-anak pintar dari berbagai kelas sepuluh. Perkiraanku bakalan jadi kelas yang boring karna isinya anak-anak pinter yang rajin-rajin dan pendiam, aku berfikir bagaimana nasip ku ini yang otaknya pas-pasan dibandingkan mereka...

Pertanian Lahan Pantai Samas

Image
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa. Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya Jogja! Jogja! Tetap Istimewa. Istimewa untuk Indonesia -by jogja hip hop foundation- Tak perlu diragukan lagi, Daerah Istimewa Yogyakarta memang bumi yang kaya raya, mulai ujung utara lereng merapi pun sudah bisa ditanami sampai dengan ujung selatan tepi pantai pun masih bisa ditanami.Tinggal bagaimana saja kita masyarakat jogja memanfaatkan dan mensyukurinya. Sedikit cerita dari praktikum lapangan Agroklimatologi kemarin minggu di pantai samas yaitu tentang pertanian di lahan pantai. Berikut beberapa cara yang diterapkan di lahan pantai tersebut : Nampak lahan pasiran daerah menurun ditanami tanaman singkong yang masing setinggi betis. Diujung belakangnya terllihat pohon cemara yang berjejer, nah pohon cemara ini juga berfungsi sebagai windbreak (pematah angin), selain melindungi tanaman dari terpaan kencangnya angin pantai juga berguna untuk melindungi tanaman dari uap air yang mengandun...

Excited Dieng Plateau, Negri di Awan

Image
Perjalanan ini adalah ketiga kalinya aku ikut dalam kegiatan Praktikum Rekayasa Konservasi Tanah dan Air. Saat menjadi praktikan (baca  Suka Duka Sepanjang Semester 5 ), saat menjadi asisten (baca:  Tawangmangu: Praktikum sambil jalan2 atau jalan2 sambil praktikum? ) dan sekarang saat diajak menjadi asisten pembantu alias penumpang gelap. Tapi karna tempatnya berbeda dengan yang sebelumnya, jadi yuuukkkk brangkattt!!!!! Praktikum kali ini berbeda dengan sebelumnya, biasanya praktikum lapangan itu naik bus atau naik motor. Tapi praktikum kali ini semua rombongan naik mobil, ya memang lebih efektif sih secara pesertanya tidak terlalu banyak selain itu perjalanan yang kita tempuh jauh dan topografinya cukup ekstrim. Aku ngikut rombongan mobil asisten lain sani, sita, ririn plus ketambahan praktikan kidung, udin, dan rohmat. Sbelum berangkat sani dan sita mengeluarkan antimo dan kami serombongan ikut minum antimo. Meskipun aku jarang mabok kendaran, tapi minum antimo m...

Jogja nol kilometer: aktivitas hari pertama di semester 9

Image
Hari senin lagi, yang berbeda dari senin lainnya yaitu senin ini adalah dimulainya aktivitas perkuliahan di semester Ganjil, dan ini menandakan semester ke 9 bagi kami (hu hu huu mahasiswa tua). Memasuki kawasan kampus UGM aku agak sedikit udik dengan kondisi ini, mulai dari parkir bersama yang mulai penuh banget sampai dengan banyaknya sepeda yang lalu lalang. Ternyata eh ternyata mulai semester ini mulai digalakkan "UGM go green", jadi buat mahasiswa angkatan 2011 tidak diperkenankan membawa kendaraan bermotor untuk memasuki komplek gedung perkuliahan. Jadi mereka harus memarkirkan kendaraannya di area parkir bersama yang sudah disediakan, sebagai gantinya disediakan sepeda gratis untuk digunakan. Sebenernya idenya bagus sih! dan saya sangat mendukung, tapi kasihan bgt kalo aku lihat ketika mereka harus bersepeda melewati jalan kaliurang dan harus bersaing dengan kendaraan bermotor yang padat. Dan kami 3 orang mahasiswa semester 9 dan 4 orang sarjana kemarin sore, tidak...

Waduk Gajah Mungkur: jagong manten yg berujung keliling pengunungan seribu

Image
Tujuan utama dari perjalanan kali ini adalah kita sebagai pengombyong mempelai pria  yaitu mas amron (tetangga saya) yang pada hari itu akan melaksanakan ijab kabul. Aku ikut dalam rombongan mobilnya mas dayat bersama budhe dan pakde gino plus anaknya yona dan anak2 lainnya (rizka, rizki, yani, dan umi). Awalnya bermobil-mobil berangkat beriring-iring menuju lokasi pernikahan tapi lama-lama jadi saling terpisah, jadilah kita jadi rombongan terakhir bersama 2 mobil lainnya. Perjalanan yang harus kami tempuh ternyata tak mudah, tidak seperti yang kita duga. Kami menduga akan kurang mengenakkan karna daerah wonogiri merupakan bagian dari pegunungan seribu yang pastinya naik turun. Namun ternyata lokasi pernikahannya masih termasuk daerah pinggiran kabupaten wonogiri jadi jalannya belum terlalu naik turun, yang jadi diluar dugaan ada kondisi jalan yang amat sangat buruk. Mulai dari keluar kota klaten masuk pedan lanjut tawangsari hingga selogiri, getaran goncangan bahkan jeglug...